Categories Nostalgia Refleksi

Cerita Mereka yang Berziarah ke Madinah Tanpa Biaya Sendiri

Oleh: Muhammad Bulkini

Ketika kami berkumpul di lobby hotel (Madinah) pada 2014 silam. Saat menunggu pembagian kunci kamar, para jemaah terlibat percakapan yang cukup menarik.

Seorang wanita tua ditanya, apa pekerjaannya hingga ia bisa berziarah ke Madinah.

“Saya ibu rumah tangga,” ucapnya.

Orang-orang mungkin mengira dirinya ibu rumah tangga yang memiliki suami kaya, atau anaknya kaya, atau mertuanya kaya. Tapi ternyata tidak. Dia mengaku diberangkatkan oleh seseorang yang tak dikenalnya.

Jemaah pun dibuat penasaran dan memintanya bercerita.

“Adik iparku sakit, dan dirawat di rumah sakit,” katanya memulai cerita.

Karena anggota keluarga yang lain sibuk dengan pekerjaannya, maka dirinyalah yang membantu keperluan adiknya tersebut (tanpa dibayar).

Singkat cerita, ada seorang teman dari adiknya itu bertamu. Entah karena apa, orang itu bertanya: “Ibu sudah pernah umrah?”

Si ibu mengaku belum pernah. Boro-boro umrah, buat hidup saja susah.

“Ibu kalau mau, biayanya saya yang tanggung,” ujar orang itu.

Subhanallah. Akhirnya si ibu diberangkatkan ke Tanah Suci, tanpa biaya sendiri.

Lain dengan si ibu tadi, ada seorang kakek yang juga ternyata tidak berangkat dengan biaya sendiri. Si kakek –yang kemudian diketahui tak bisa menulis– adalah seorang juru petik kelapa di kampungnya.

Berangkat ke Tanah Suci adalah sesuatu yang tak terbersit di hatinya. Namun, takdir kemudian mengantarkannya ke tanah suci.

Dia bercerita, seorang putrinya bekerja di Puskesmas di kota Banjarmasin. Suatu ketika ada undian di puskesmas tersebut, siapa yang dapat akan diberangkatkan umrah. Tenyata putrinya mendapatkan umrah. Namun, karena putrinya sibuk (kalau tidak khilaf karena tidak bisa mengambil cuti), akhirnya hadiah itu diberikan kepada dirinya.

***

Allah Maha Kuasa dan tak akan berkurang kekuasaan-Nya hingga kapan pun jua. Jika Dia berkehendak, maka tak ada batasan yang mampu menghalangi kehendak-Nya.

Anda yang membaca tulisan ini, jangan batasi kuasa Tuhan hanya karena gaji yang hanya cukup makan. Allah lebih dari mampu memberangkatkan anda dan kita semua pergi haji dan umrah ke Tanah Suci. Dia Maha Kuasa.

Apa Anda lupa, Allah yang maha kuasa telah memperjalankan Rasulullah hingga menembus 7 lapis langit saat Isra Mi’raj, apalagi hanya sekadar Indonesia-Madinah.

Mulai saat ini yakini Allah Maha Kuasa, dan mari bertemu di Arafah sana. Jika belum dapat izin-Nya, kita bertemu di Arafah.id saja.(*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *